keker


Jumat, 09 Maret 2012 | 22:54:59 WITA | 112 HITS
Remaja Bicara Feminisme
Kritis Sejak Usia Dini























HARI Perempuan Internasional baru saja diperingati 8 Maret kemarin di berbagai belahan dunia.  Bicara soal feminisme gak melulu bikin kening berkerut. Remaja pun kudu mengerti tentang gerakan perempuan. Apalagi kita punya tokoh perempuan seperti R.A Kartini itu banyak menginspirasi kaum wanita, termasuk remaja putri dalam meraih sukses di sekolah.

Di Indonesia, kita telah mengenal kata kesetaraan sejak zaman R.A Kartini. Bisa dibilang, kaum feminis saat itu ingin mebuktikan dirinya bahwa pria tidak harus mendominasi ruang-ruang publik.  Zaman dulu memang penuh dengan perjuangan, perempuan masih berjuang menyuarakan haknya untuk bisa setara dengan laki-laki. Tapi sekarang tampak berbeda. Sudah banyak perempuan yang maju sebagai pemimpin. Mereka bahkan memimpin kaum laki-laki. Dalam segala bidang, perempuan juga bisa bereksplorasi, baik itu dalam mendapatkan pekerjaan, dan menyampaikan aspirasinya.

Di mata pelajar putri sendiri, istilah feminisme cukup familiar. Salah satunya nih, Rahmaniah. Cewek manis ini menjelaskan bahwa feminisme memberikan dampak positif jika berangkat dari hal-hal yang positif  juga. Dalam hal ini, Rahmaniah, mengatakan, perempuan juga mampu berkarya dan punya kelebihan yang laki-laki tak punya. Tak selamanya perempuan harus di dapur dan mengurusi pekerjaan rumah tangga tok. "Itu memang kewajiban perempuan. Tapi gak menutup kemungkinan, mereka juga bisa berkembang selama bisa menyeimbangkan. Toh, peran perempuan juga penting dalam membangun kualitas sebuah negara," aku cewek yang duduk di kelas XII IPA 3, SMAN 1 Makassar.

Pendapat lain juga datang dari siswi  SMAN 15 Makassar, Arsyana Fibah. Siswi yang suka bikin film pendek ini mengaku, eksistensi perempuan saat ini sangat mempengaruhi banyak hal di berbagai bidang. Tak jarang keterlibatan perempuan memberikan kemajuan atau dampak yang positif. "Misalnya saja, kebebasan berpendapat. Ini bukan lagi jamannya mengatur wanita. Tapi kaum kita sudah tahu apa yang terbaik tanpa melanggar norma yang berlaku," ujar cewek yang mengidolakan Raditya Dika itu.

Komentar dari Rahmaniah dan Arsyana emang hampir sama. Mereka mendukung gerakan perempuan yang berangkat dari independensi  diri atau kebebasan berpendapat. Tapi, pada kenyataannya,  banyak juga kaum feminisme yang justru lahir karena latar belakang "kekecewaan" atas kaum lelaki. Mungkin juga mereka merasa tidak diperlakukan secara adil. Menanggapi hal tersebut, Annisa Elma, pun menjelaskan, bahwa, perempuan memang memiliki hak-hak, tapi tetap ada kodratnya, laki-laki pun begitu. "Menurut saya tidak perlu berlebihan. Sebatas menyuarakan potensi perempuan saja. Dan, itu memberikan kemajuan dan citra yang baik bagi perempuan itu sendiri," aku siswi kelas XI IPA 1 SMAN 8 Makassar itu. (NURUL)

Komentar

Postingan Populer